7 Perbedaan Google Chrome Dengan Chromium

Posted on

google chrome dan chromium

Buat kalian yang tidak tahu apa itu Chromium, di sini mimin akan mejelaskan tentang Chromium, Lalu tahukan kalian tentang chromium, bagi pengguna linux pasti sudah mengetahui  tentang chromium, chromium adalah sebuah proyek yang didirikan The Chromium Project untuk membuat browser yang open source.

Kemudian Google mengambil source code Chromium proyek tersebut untuk membuat browser baru dengan menambah berbagai fitur tambahan, termasuk juga tambahan nama, lalu menjadi Google Chrome. Singkat kata, Google Chrome adalah Chromium yang dipaketkan dan didistribusikan oleh Google dengan menambah berbagai fitur.

Proyek Chromium sendiri masih terus berjalan dan masih juga digunakan Google untuk meng-update Google Chrome, karena chromium-browser adalah open source dan berbeda dengan google chrome, chromium telah ada direpository beberapa distribusi linux seperti ubuntu dan fedora, sedangkan google chrome harus kita download terlebih dahulu dari web site google. Jika kalian ingin melihat perbedaannya, ada di bawah ini.

Update Otomatis

Untuk memperbarui Google Chrome, maka Google Chrome menggunakan Google Update di Windows agar browser ini tetap mendapatkan versi terbarunya secara otomatis. Sedangkan di Chromium tidak bisa mendapatkan update otomatis. Chromium harus mengupdate Di beberapa distribusi Linux, update itu dbuat dalam paket tertentu.

Laporan Kerusakan dan Statistik Penggunaan

Tidak seperti Chromium, Google Chrome telah menambahkan fitur fitur untuk membuat laporan kerusakan dan statistik penggunaan pada Google Chrome dengan mengirimkan data ke server Google. Fitur ini menyangkut dengan data umum seperti informasi perangkat, sistem operasi, pengaturan Google Chrome, kunjungan web yang memiliki virus malware, dan lain lain.

Chrome Web Store

Kalau kalian menggunakan Google Chrome, Google Chrome sudah menyediakan Chrome Web Store yaitu yang berfungsi untuk menambahkan ekstensi pada Google Chrome yang mempermudah kalian untuk menjelajahi dunia maya. Sedangkan pada  Chromium tidak mempunyai fasilitas seperti ini.

Dukungan Media Codec

Di Chromium seperti HTML5 untuk audio/video hanya memiliki dukungan akses yang terbatas, antara lain seperti Theora, Vorbis, WebM, VPM, dan lain lain. Tetapi, jika  menggunakan Google Chrome, browser ini telah mendukung codec seperti AAC, MP3, dan H.264.

Dukungan Sandbox

Baik Google maupun Chromium itu telah memiliki dukungan Sandbox. Dan sudah secara otomatis aktif saat penginstalan Google Chrome. Tetapi untuk Chromium, untuk beberapa distribusi Linux, kalain bisa mengaktifkan atau mengnonaktifkannya loh.

Adobe Flash Plugin

Walaupun, Adobe Flash Plugin itu akan dihapus dari versi HTML5 terbaru ini. Namun, Google Chrome telah mendukung sebuah versi Pepper API dari Adobe Flash yang mana dimiliki secara langsung. dari update terbarunya. Sedangkan, Chromium tidak mendapatkan akses ini.

Code

Code dari Google Chrome diuji dan di tes oleh berbagai developer sedangkan Chromium dimodifikasi oleh para distributor dan google juga ambil bagian dari modifikasi chromium itu sendiri.

Kesimpulan

Jadi mana yang lebih nyaman dan baik digunakan? Cukup sulit menentukan mana yang enak dan mudah digunakan antara browser open-source Chromium dan Google Chrome yang memiliki segudang fitur. Untuk Windows dan Mac OS, kalau menurut mimin sih kalian pilih saja Google Chrome Sobat, sebab Chromium itu tidak stabil karen Chromium itu open source jadi banyak orang yang menggunakan dan membuat pengaturannya sesua development.

Jika kalian menggunakan Linux, mimin sangat merekomendasikan kalian untun menggunakan Chromium, tapi inget ya tidak bisa update otomatis dan media-codec miliknya terbatas. Tetapi pilihan tersebut tergantung di kalian suka menggunakan google chrome atau chromium.